0c6ee3ce-70d8-457c-8856-2a607380c48b

Pamulang – Sebagai bentuk komitmen lembaga dalam meningkatkan kualitas dosen, Universitas Pamulang (Unpam) melalui Lembaga Pengembangan Pendidikan dan Pembelajaran (LP3) kembali mengadakan pelatihan Peningkatan Keterampilan Dasar Teknik Instruksional (PEKERTI) bagi dosen di lingkungan Yayasan Sasmita Jaya. Mempertimbangkan kondisi pandemi yang belum usai, maka Pelatihan Pekerti dilaksanakan secara daring dari tanggal 21 – 29 Agustus 2020 dengan menggunakan Zoom Meeting.

p1

Kegiatan pelatihan dimulai pada tanggal 21 Agustus 2020, pukul 09.00 WIB dan diawali oleh sambutan dari Rektor Unpam, Dr. H Dayat Hidayat, M.M. Dalam sambutannya, beliau menekankan pentingnya peningkatan kompetensi dosen yang salah satu caranya adalah dengan mengikuti pelatihan PEKERTI. Beliau juga berpesan agar kegiatan PEKERTI yang rutin diadakan oleh Unpam untuk selalu ditingkatkan kualitasnya.

p2

Sambutan selanjutnya diberikan oleh Ketua Yayasan Sasmita Jaya, Dr. (HC)., Drs. H Darsono. Beliau membahas Unpam saat ini menduduki peringkat 97 perguruan tinggi nasional di kluster 3. Guna mendukung visi Unpam untuk menjadi Universitas peringkat 40 besar nasional pada tahun 2024, beliau menekankan pentingnya peningkatan kompetensi sumber daya manusia. Yayasan dalam hal ini selalu mendukung kegiatan yang dapat memajukan kualitas lembaga, termasuk di dalamnya adalah pelatihan PEKERTI bagi para dosen. Sebagai penutup, beliau mengimbau agar seluruh peserta dapat serius mengikuti pelatihan.

p3

Sambutan terakhir sekaligus membuka pelatihan PEKERTI ini disampaikan langsung oleh Kepala LLDIKTI Wilayah IV, Prof. Dr., Uman Suherman AS, M.Pd. Beliau menyampaikan bahwa pelatihan PEKERTI merupakan suatu usaha untuk meningkatkan harkat dan martabat seorang dosen. Hal tersebut dikarenakan seorang dosen dianggap sebagai pendidik profesional sekaligus seorang ilmuwan, namun masih banyak dosen yang belum menguasai dengan benar keterampilan dasar mengajar. Tidak diragukan lagi bahwa keilmuan seorang dosen sudah semestinya tinggi, dan dengan mengikuti pelatihan PEKERTI ini, diharapkan para dosen mampu lebih memahami teknis mengajar agar penyampaian materi kepada mahasiswa menjadi lebih optimal. Sebagai penutup, beliau berpesan kepada seluruh peserta agar dapat memanfaatkan pelatihan ini sebagai sarana diskusi dan menambah ilmu sesame sejawat demi tercapainya kualitas dosen Unpam yang lebik baik lagi.

p4

Pelatihan dilanjutkan dengan penyampaian materi pertama yang berjudul “Sistem Pendidikan Tinggi dan Budaya Organisasi”. Dr. H Dayat Hidayat, M.M kembali hadir untuk menjadi pemateri. Secara garis besar, materi pertama membahas tentang standar nasional pendidikan tinggi, visi dan misi Unpam, kebebasan akademik bagi dosen, kurikulum yang digunakan di perguruan tinggi, beban belajar, serta  sistem pembelajaran yang digunakan di Unpam. Pemateri juga menekankan bahwa meskipun saat ini pembelajaran masih dilaksanakan secara daring, namun unsur-unsur yang ada dalam usaha mencapai kompetensi lulusan harus tetap diberikan dengan maksimal.

Pada sesi tanya jawab sempat dibahas mengenai bagaimana cara menyisipkan pendidikan karakter ke dalam pembelajaran daring. Pertanyaan tersebut dijawab oleh pemateri bahwa model pembelajaran apapun seharusnya tetap dapat memberikan 3 unsur utama dalam pembelajaran. Termasuk di dalamnya adalah unsur afektif yang dapat diimplementasikan pada pendidikan karakter.

p5

Materi selanjutnya disampaikan oleh Ketua Lembaga Pengembangan Pendidikan dan Pembelajaran (LP3) Unpam, Ubaid Al Faruq, S.Pd., M.Pd. Materi yang secara garis besar menjelaskan tentang penyusunan perencanaan pembelajaran dalam perkuliahan itu dikupas secara detail oleh pemateri agar para peserta lebih memahami mengapa seorang dosen harus membuat RPS. Di dalam penyampaian materinya, pemateri menekankan bahwa tujuan pembelajaran di perguruan tinggi sudah seharusnya lebih tinggi jika dibandingkan dengan tujuan pembelajaran di sekolah. Materi kedua ditutup dengan beberapa pertanyaan terkait RPS serta cara membuat suatu tujuan pembelajaran yang sesuai dengan tingkatan atau level perguruan tinggi.

Antusiasme peserta sangat positif pada pelatihan PEKERTI hari pertama ini. Hal tersebut ditunjukkan dengan aktifnya peserta dalam mengajukan pertanyaan pada sesi diskusi. Namun, dikarenakan waktu yang terbatas, tidak semua peserta dapat bertanya. Akhirnya, tepat pada pukul 11.30 WIB, pelatihan PEKERTI hari pertama ini berakhir.

Menu