EVALUASI KURIKULUM PROGRAM STUDI SEKRETARI D3

Kurikulum merupakan suatu rencana program yang sistematis dan dijadikan pedoman dalam mencapai tujuan pendidikan. Kurikulum yang baik harus memiliki relevansi dan fleksibel terhadap perkembangan zaman serta perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan sains. Oleh karena itu, pada periode tertentu sangat diperlukan evaluasi kurikulum untuk menjawab perkembangan tersebut. Gronlund dan Linn (1990) menyatakan bahwa evaluasi merupakan proses sistematis dalam mengumpulkan, menganalisis, dan menginterpretasi informasi untuk menentukan ketercapaian tujuan instruksional.

Mengacu pada uraian di atas, Lembaga Pengembangan Pendidikan dan Pembelajaran (LP3) memberikan Bimbingan Teknis Evaluasi dan Pengembangan Kurikulum di Program Sekretari D-3, Universitas Pamulang. Kegiatan tersebut berlangsung secara tatap muka pada hari Selasa, 21 Desember 2021 pukul 09.00 WIB sampai dengan selesai. Turut hadir dalam kegiatan ini diantaranya Ketua Program Studi dan Para Dosen Sekretari D-3.

Ketua Program Studi Ilmu Sekretari D-3 Sugiyarto, S.E., M.M. dalam sambutannya menyatakan bahwa kurikulum Prodi Sekretari D-3 sudah saatnya dilakukan peninjauan untuk menyesuaiakan perkembangan zaman, oleh karena itu kami memohon kepada LP3 agar memberikan pencerahan cara mengevaluasi dan mengembangkan kurikulum yang tepat.

Materi bimtek disampaikan oleh Ketua LP3 Dr. Dameis Surya Anggara, M.Pd., dengan tema Pengembangan dan Evaluasi Kurikulum. Kurikulum merupakan suatu siklus yang tidak terputus mulai dari perancangan, pengembangan, implementasi, monitoring dan evaluasi.

Selanjutnya Evaluasi Kurikulum yang digunakan adalah Discrepancy Evaluation Model (DEM). Provus (1969) menyatakan bahwa Discrepancy Evaluation Model merupakan perbandingan antara kinerja (performance) terhadap standar yang telah ditetapkan untuk mengetahui kesenjangan (discrepancy) yang adaModel ini menekankan adanya standard, performance, dan discrepancy secara rinci dan terukur, sehingga melalui penjabaran kesenjangan dapat dijadikan pedoman untuk mengadakan perbaikan. Evaluasi model ini dilakukan dalam beberapa tahap, yakni: 1) desain program, 2) pelaksanaan program, 3) output program, 4) outcome program, dan 5) pembiayaan program.